Rabu, 02 Desember 2015

KONSEP DASAR TEORI DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN

 A.Pendahuluan
Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan professional
merupakan pelayanan yang bersifat humanistic, dilaksanakan
berdasarkan ilmu dan kiat yang berorientasi pada kebutuhan
obyektif klien baik secara individu, keluarga, kelompok , komunitas
dan masyarakat yang dilandasi etika profesi keperawatan.
Keperawatan merupakan ilmu terapan yang menggunakan
berbagai pengetahuan, konsep dan prinsip dari berbagai kelompok
ilmu. Para perawat menggunakan dasar ilmu pengetahuan sebagai
pedoman untuk rasionalisasi yang dikembangkan oleh perawat
sendiri, sehingga para perawat dapat mengetahui apa, mengapa dan bagaimana asuhan keperawatan harus dilaksanakan atau diberikan kepada klien. Keberhasilan seorang perawat profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan sangat tergantung pada
kemampuannya mensintesis berbagai ilmu tersebut dan mengaplikasikannya kedalam suatu bentuk pelayanan profesional.
Sejauh ini kita telah menekankan pendapat bahwa pengetahuan
merupakan aspek penting yang sangat vital dari keperawatan.
Setiap hal yang kita lakukan sebagai perawat dilakukan berdasarkan
pengetahuan. Pemahaman mengenai pengetahuan keperawatan
memerlukan suatu wawasan tentang berbagai komponen
yang terdapat dalam pengetahuan keperawatan dan mengurai
kan tentang pengetahuan keperawatan itu sendiri. Agar dapat memahami
hubungan dari berbagai komponen tersebut, maka pemahaman
setiap komponen sangat diperlukan untuk melandasi analisis
hubungan beberapa komponen tersebut:
B.Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan dari pengalaman-
pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmonik dalam bangunan yang teratur.
Ilmu pengetahuan yang ada ini sebagian terdiri dari pengetahuan-pengetahuan yang telah diuji kebenarannya melalui penelitian, akan tetapi sebagian lagi masih berbentuk pengetahuan yang masih disangsikan kebenarannya yang masih memerlukan pengujian melalui penelitian lebih lanjut. Untuk memadukan ilmu pengetahuan yang harmonik dalam bangunan yang teratur diperlukan batang tubuh ilmu pengetahuan yang merupakan dasar ilmu pengetahuan yang memberikan rasional-rasional mengenai segala sesuatu yang dikerjakan oleh perawat. Batang tubuh ilmu pengetahuan tersebut dibentuk melalui filosofi, konsep-konsep, teori-teori dan proses. Jika digambarkan maka akan terbentuk bagan seperti ini
C.Filosofi
Filosofi adalah studi mengenai kebijaksanaan, dasa
r-dasar
pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengem
bangkan
dan merangcang pandangan mengenai suatu kehidupan,
sehingga
filosofi bisa terdiri dari logika, hukum-hukum sua
tu realita, etika,
estetika, metafisi dan epistimologi.
Filosofi memberi pandangan dan menyatakan secara
tidak
langsung mengenai system keyakinan dan kepercayaan
, sehingga
filosofi akan mempengaruhi perilaku dan sikap indi
vidu dalam
kehidupan sehari-hari. Seseorang akan mengembangkan
filosofinya
melalui belajar dari hubungan interpersonal, penga
laman
pendidikan formal dan informal, keagamaan, budaya d
an
lingkunganya.
Tujuan dari adanya filosofi adalah untuk menyajika
n suatu
gambaran pengetahuan ilmiah yang diformalisasikan
atau
diaplikasikan dalam prinsip yang logis. Prinsip lo
gis memberikan
hubungan antara pernyataan ilmiah yang sistematiis
untuk semua
pengetahuan ilmiah. Orientasi filosofis suatu penge
tahuan adalah
naturalistic dan empiris. Orientasi ini melibatkan
kegiatan
mengeksplorasi, menjelaskan, dan mengklasifikasi fe
nomena
melalui proses observasi dan pemeriksaan langsung.
Filosofi keperawatan adalah keyakinan dasar tenta
ng
pengetahuan keperawatan yang mengandung pokok pemah
aman
biologis manusia dan perilakunya dalam keadaan seha
t dan sakit
yang berfokus terhadap respon mereka terhadap situa
si. Sehingga
filosofi keperawatan itu hampir secara universal m
emiliki
keyakinan tentang manusia yang holistic yang meneka
nkan bahwa
manusia memiliki integrasi yang tidak mungkin di a
nalisis menjadi
menjadi sesuatu bagian keci, tetapi manusia itu per
lu dikaji secara
bersamaan pada berbagai tingkatan dan prespektif ya
itu status fisik,
psikologis, pengetahuan diri, tujuan hidup, lingkun
gan
sekelilingnya, dan sebagainya.
Para perawat, pendidikan keperawatan dan institusi
pelayanan keperawatan dalam memberikan pelayanan,
mendidik
dan bekerja sama dengan orang lain akan disesuaika
n dengan
filosofi yang diyakini dan dipercaya melalui konse
p-konsep yang
diyakini.
Filosofi keperawatan adalah pernyataan keyakinan t
entang
kepercayaan dan manivestasi dari nilai-nilai dalam
keperawatan
yang digunakan untuk berfikir dan bertindak (Chitty
, 1997). Filosofi
keperawatan dibangun diatas kepercayaan tentang
manusia,
lingkungan, kesehatan, dan keperawatan sebagaimana
yang terdapat
dalam paradigma keperawatan.
D.
Konsep
Konsep dapat disebut juga ide-ide, yaitu kesan-kes
an yang
abstrak dari lingkungan yang diorganisir melalui s
ymbol-symbol
yang nyata. Misalnya konsep mengenai obyek, sifat-s
ifat dan
kejadian dan lain-lain. Kumpulan dari konsep-konsep
ini akan
menyusun kerangka konseptual atau model konseptual
yang
tersusun dari idea-idea abstrak dan umum dan prepos
isi yang
menspesifikasi hubungan diantara keduanya.
E.
Model Konseptual
Model konseptual merupakan kerangka kerja konseptu
al,
sistem atau skema yang menerangkan tentang serangka
ian idea-idea
global tentang keterlibatan individu, kelompok, sit
uasi atau
kejadian, terahadap suatu ilmu dan pengembanganya.
Model
konseptual ini dapat dijabarkan sebagai serangkaian
konsep dan
asumsi yang beritegrasi menjadi suatu gamabaran yan
g bermakna.
Model konseptual sering tersusun sebagai hasil pend
alaman intuitif
seorang ilmuwan yang terutama terjadi dalam lingku
p keilmuan
disiplin terkait. Model konseptual amat penting se
bagai landasan
perkembangan disiplin ilmu tertentu
Model konseptual keperawatan memiliki area fenome
na
ilmu keperawatan yang melibatkan empat konsep, yait
u manusia,
lingkungan, kesehatan dan keperawatan.
1.
Manusia, sebagai pribadi yang utuh dan unik. Konsep
tualisasi
keperawatan memandang manusia sebagai makluk
manusia dimana teori ini terdiri dari empat postul
at yang
membahas tentang keutuhan seorang individu, fluidi
tas, sense
pola dan organisasi, dan kalimat (Nicoll,1993). Tit
ik sentral dari
suatu teori terdiri dari beberapa postulat.
3.
Definisi, merupakan cara berkomunikasi yang penting
bagi
semua ilmuwan. Definisi konsep-konsep yang membentu
k teori
perlu dijabarkan secara jelas dn mencerminkan opera
sionalisasi
dari teori itu sendiri.
Ada 3 jenis definisi teori, yaitu :
a.
Secara primitive, adalah definisi yang tidak dapat
dioperasionalisasikan, dan hanya dapat diinterpreta
sikan bila
seseorang yang akan menerapkan teori ini pernah
mengalami atau secara intuitif memahami latar belak
angnya
b.
Definisi teoritis, ialah definisi yang tidak dapat
dioperasionalisasikan secara independen, tetapi han
ya dapat
dioperasionalisasikan apabila dikaitkan dengan kons
ep /
terminologi lain.
c.
Definisi Kunci, merupakan definisi yang dapat
dioperasionalisasikan sehingga hipotesis yang seda
ng diteliti
dapat diujikan. Definisi kunci ini hamper sama deng
an
definisi operasional suatu riset dimana melalui p
enggunaan
instrument yang valid dan reliable hipothesa dapat
diuji.
4.
Hiphotesa, merupakan perkiraan atau prediksi yang b
erasal dari
serangkaian postulat yang menyebutkan hubungan ant
ar dua
atau lebih variable. Melalui hubungan ini maka va
riable dapat
diobservasi dan diuji. Pengujian ini penting untuk
menjembatani
teori dan pengetahuan
Dari keempat factor tersebut maka definisi teori ad
alah serangkaian
pernyataan yang berhubungan yang berasal dari data
ilmiah, dimana
dari hasil tersebut hiphotesis dapat disusun, diuji
dan diverivikasi.
Berbagai teori dapat dikelompokkan menurut bentukn
ya
dalam 3 katagori yaitu kumpulan dalil-dalil, aksio
matik dan proses
sebab akibat.
Kumpulan dalil-dalil merupakan sebuah pendekatan in
duktif
yang mencari pola-pola dalam hasil riset. Hasil-ha
sil riset
dipilih dan disortir sesuai derajad dukungan emp
iris kedalam
kelompok-kelompok dalil. Konsekwensinya upaya riset
harus
secara luas dilakukan.
Bentuk aksiomatik adalah suatu system logika yang s
aling
terkait berupa konsep-konsep, definisi-definisi dan
pernytaan
hubungan yang tersusun dalam ururtan hirarkis.
Proses sebab akibat dengan meningkatkan pemahaman
melalui
pernyataan sebab akibat .
G.
Proses
Proses adalah suatu tahap-tahap untuk melaksnakan
tindakan-tindakan dari kerangka kerja konseptual a
tau suatu teori
untuk mencapai suatu tujuan. Dalam melaksanakan ta
hapan-
tahapan tersebut harus dipilih teknis yang sistemat
is dan
dilaksanakan berdasarkan pengkajian yang telah di
laksanakan.
Proses keperawatan terdiri dari teori-teori dan kon
sep-konsep .
Penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan pro
ses
keperawatan, ditetapkan oleh masing-masing institus
i dengan
mengembangkan konse-konsep dan teori-teori yag dipi
lih.
H.
Teori Keperawatan
Barnum (1990), mengemukakan bahwa teori keperawatan
adalah usaha-usaha untuk menguraikan, menjelaskan f
enomena
(proses, peristiwa, kejadian) mengenai keperawatan.
Teori
keperawatan dapat membedakan antara keperawatan
dengan
disiplin dan aktivitas lain didalam memberikan pel
ayanan untuk
mencapai tujuan dengan menguraikan, menjelaskan dan
mengontrol
kriteria hasil yang telah ditetapkan dalam pelaksan
aan asuhan
keperawatan.
I.
Proses dasar pengembangan teori-teori keperawatan
Teori –teori keperawatan seringkali didasari dan di
pengaruhi oleh
suatu proses dan teori-teori lain yang dapat digun
akan secara luas.
Ide-ide dan teori-teori tersebut merupakan dasar p
ada beberapa
konsep-konsep keperawatan dan merupakan bagian dar
i literature
keperawatan. Para perawat harus memahami teori-teo
ri dan istilah
tersebut, sehingga mampu mengembangkan pengetahuan
dibidang
keperawatan. Teori-teori tersebut diantaranya adala
h teori system,
teori stress adaptasi, dan teori perkembangan.
Dengan mengembangkan teori-teori keperawatan akan
mampu
memperbaiki otonomi keperawatan, dengan dasar-dasar
pemikiran
sebagai berikut :
1.
Teori keperawatan terdiri dari batang tubuh pengeta
huan khusus,
yang dapat dijadikan sebagai dasar oleh perawat da
lam
membuat keputusan untuk memberikan pelayanan atau a
suhan
keperawatan
2.
Tindakan keperawatan berdasarkan atas rasional yang
dapat
diterima secara luas, dapat dipercaya dan masyarak
at akan
mengakui
3.
Dengan teori-teori keperawatan, asuhan keperawatan
yang
diebrikan kepada klien hasilnya akan tanpak nyata
4.
Adanya teori keperawatan, pelayanan keperawatan dap
at
dibedakan dengan praktek yang dilakukan oleh perofe
si
kesehatan lain.
J.
Karakteristik dasar teori keperawatan
Teori-teori keperawatan mengidentifikasi dan menjab
arkan konsep –
konsep khusus yang berhubungan dengan keperawatan d
an hal-hal
nyata yang berhubungan dengan konsep-konsep terseb
ut. Teori
keperawatan harus memenuhi karakteristik sebagai be
rikut :
1.
Teori keperawatan harus berdasarkan kenyatataan-k
enyataan
yang ada dalam alam ini, yang dapat digunakan berda
sarkan
alasan-alasan dan hubungan-hubungan yang dikembangk
an
dengan menggunakan rangkaian pada kenyataan.
2.
Teori keperawatan harus selalu konsisten sebagai d
asar asumsi
yang digunakan untuk mengembangkannya.
3.
Teori keperawatan harus sederhana dan bersifat umum
, sehingga
dapat dipergunakan pada berbagai macam situasi pra
ktek
keperawatan dengan jangkauan yang luas.
4.
Teori-teori keperawatan harus dapat dipakai sebagai
dasar
penelitian dan akhirnya dapat digunakan sebagai ped
oman dan
perbaikan praktek keperawatan.
K.
Komponen didalam teori keperawatan
Ada empat konsep yang biasanya terdapat pada teori-
teori
keperawatan, yang mempengaruhi dan menentukan pra
ktek
keperawatan dan biasanya disebut paradigma keperaw
atan.
Empat konsep tersebut antara lain adalah Manusia,
lingkungan,
kesehatan dan keperawatan. Pengertian dari masing-m
asing
konsep ini berbeda menurut teori satu dengan teori
yang lain.
L.
Keyakinan-keyakinan pada teori keperawatan
M.
Tujuan teori keperawatan
Teori keperawatan dalam pengembangannya harus mempu
nyai
tujuan, diantaranya adalah :
1.
Teori keperawatan memberikan rasional-rasional tent
ang
kenyataan-kenyataan yang dihadapi dibidang keperawa
tan
2.
Teori keperawatan membantu para perawat untuk memah
ami
pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan dalam pembe
rian
asuhan keperawatan, memberikan dasar untuk diskusi
dan
penyelesaian masalah-masalah keperawatan
3.
Teori keperawatan memberikan dasar untuk penyelesai
an
masalah, sehingga tindakan keperawatan mempunyai tu
juan
dapat dikoordinir dan dapat dipertimbangkan
4.
Teori keperawatan dapat memberikan dasar asumsi dan
filosofi keperawatan, sehingga pengetahuan dan pema
haman
tentang keperawatan bagi para perawat dapat meningk
at
N.
Penerapan teori keperawaatan ke dalam praktek
keperawatan
Para perawat haus membuat suatu kesepakatan bersam
a mengenai
apa itu keperawatan dan bagaimana teori tersebut da
pat
dilaksanakan, sehingga para perawat mendapatkan pet
unjuk untuk
menentukan tujuan dalam pemberian asuhan keperawa
tan dan pada
akhirnya pemberian asuhan dapat terus ditingkatkan
mutunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar