Rabu, 02 Desember 2015

Gambar Keperawatan Medical Bedah

https://i0.wp.com/web.akperpantirapih.ac.id/wp-content/uploads/2011/07/lab.jpg

Gambar keperawatan anak

https://i2.wp.com/www.kabarindonesia.com/gbrberita/200710/20071030194106.jpg

KONSEP DASAR TEORI DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN

 A.Pendahuluan
Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan professional
merupakan pelayanan yang bersifat humanistic, dilaksanakan
berdasarkan ilmu dan kiat yang berorientasi pada kebutuhan
obyektif klien baik secara individu, keluarga, kelompok , komunitas
dan masyarakat yang dilandasi etika profesi keperawatan.
Keperawatan merupakan ilmu terapan yang menggunakan
berbagai pengetahuan, konsep dan prinsip dari berbagai kelompok
ilmu. Para perawat menggunakan dasar ilmu pengetahuan sebagai
pedoman untuk rasionalisasi yang dikembangkan oleh perawat
sendiri, sehingga para perawat dapat mengetahui apa, mengapa dan bagaimana asuhan keperawatan harus dilaksanakan atau diberikan kepada klien. Keberhasilan seorang perawat profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan sangat tergantung pada
kemampuannya mensintesis berbagai ilmu tersebut dan mengaplikasikannya kedalam suatu bentuk pelayanan profesional.
Sejauh ini kita telah menekankan pendapat bahwa pengetahuan
merupakan aspek penting yang sangat vital dari keperawatan.
Setiap hal yang kita lakukan sebagai perawat dilakukan berdasarkan
pengetahuan. Pemahaman mengenai pengetahuan keperawatan
memerlukan suatu wawasan tentang berbagai komponen
yang terdapat dalam pengetahuan keperawatan dan mengurai
kan tentang pengetahuan keperawatan itu sendiri. Agar dapat memahami
hubungan dari berbagai komponen tersebut, maka pemahaman
setiap komponen sangat diperlukan untuk melandasi analisis
hubungan beberapa komponen tersebut:
B.Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan dari pengalaman-
pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmonik dalam bangunan yang teratur.
Ilmu pengetahuan yang ada ini sebagian terdiri dari pengetahuan-pengetahuan yang telah diuji kebenarannya melalui penelitian, akan tetapi sebagian lagi masih berbentuk pengetahuan yang masih disangsikan kebenarannya yang masih memerlukan pengujian melalui penelitian lebih lanjut. Untuk memadukan ilmu pengetahuan yang harmonik dalam bangunan yang teratur diperlukan batang tubuh ilmu pengetahuan yang merupakan dasar ilmu pengetahuan yang memberikan rasional-rasional mengenai segala sesuatu yang dikerjakan oleh perawat. Batang tubuh ilmu pengetahuan tersebut dibentuk melalui filosofi, konsep-konsep, teori-teori dan proses. Jika digambarkan maka akan terbentuk bagan seperti ini
C.Filosofi
Filosofi adalah studi mengenai kebijaksanaan, dasa
r-dasar
pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengem
bangkan
dan merangcang pandangan mengenai suatu kehidupan,
sehingga
filosofi bisa terdiri dari logika, hukum-hukum sua
tu realita, etika,
estetika, metafisi dan epistimologi.
Filosofi memberi pandangan dan menyatakan secara
tidak
langsung mengenai system keyakinan dan kepercayaan
, sehingga
filosofi akan mempengaruhi perilaku dan sikap indi
vidu dalam
kehidupan sehari-hari. Seseorang akan mengembangkan
filosofinya
melalui belajar dari hubungan interpersonal, penga
laman
pendidikan formal dan informal, keagamaan, budaya d
an
lingkunganya.
Tujuan dari adanya filosofi adalah untuk menyajika
n suatu
gambaran pengetahuan ilmiah yang diformalisasikan
atau
diaplikasikan dalam prinsip yang logis. Prinsip lo
gis memberikan
hubungan antara pernyataan ilmiah yang sistematiis
untuk semua
pengetahuan ilmiah. Orientasi filosofis suatu penge
tahuan adalah
naturalistic dan empiris. Orientasi ini melibatkan
kegiatan
mengeksplorasi, menjelaskan, dan mengklasifikasi fe
nomena
melalui proses observasi dan pemeriksaan langsung.
Filosofi keperawatan adalah keyakinan dasar tenta
ng
pengetahuan keperawatan yang mengandung pokok pemah
aman
biologis manusia dan perilakunya dalam keadaan seha
t dan sakit
yang berfokus terhadap respon mereka terhadap situa
si. Sehingga
filosofi keperawatan itu hampir secara universal m
emiliki
keyakinan tentang manusia yang holistic yang meneka
nkan bahwa
manusia memiliki integrasi yang tidak mungkin di a
nalisis menjadi
menjadi sesuatu bagian keci, tetapi manusia itu per
lu dikaji secara
bersamaan pada berbagai tingkatan dan prespektif ya
itu status fisik,
psikologis, pengetahuan diri, tujuan hidup, lingkun
gan
sekelilingnya, dan sebagainya.
Para perawat, pendidikan keperawatan dan institusi
pelayanan keperawatan dalam memberikan pelayanan,
mendidik
dan bekerja sama dengan orang lain akan disesuaika
n dengan
filosofi yang diyakini dan dipercaya melalui konse
p-konsep yang
diyakini.
Filosofi keperawatan adalah pernyataan keyakinan t
entang
kepercayaan dan manivestasi dari nilai-nilai dalam
keperawatan
yang digunakan untuk berfikir dan bertindak (Chitty
, 1997). Filosofi
keperawatan dibangun diatas kepercayaan tentang
manusia,
lingkungan, kesehatan, dan keperawatan sebagaimana
yang terdapat
dalam paradigma keperawatan.
D.
Konsep
Konsep dapat disebut juga ide-ide, yaitu kesan-kes
an yang
abstrak dari lingkungan yang diorganisir melalui s
ymbol-symbol
yang nyata. Misalnya konsep mengenai obyek, sifat-s
ifat dan
kejadian dan lain-lain. Kumpulan dari konsep-konsep
ini akan
menyusun kerangka konseptual atau model konseptual
yang
tersusun dari idea-idea abstrak dan umum dan prepos
isi yang
menspesifikasi hubungan diantara keduanya.
E.
Model Konseptual
Model konseptual merupakan kerangka kerja konseptu
al,
sistem atau skema yang menerangkan tentang serangka
ian idea-idea
global tentang keterlibatan individu, kelompok, sit
uasi atau
kejadian, terahadap suatu ilmu dan pengembanganya.
Model
konseptual ini dapat dijabarkan sebagai serangkaian
konsep dan
asumsi yang beritegrasi menjadi suatu gamabaran yan
g bermakna.
Model konseptual sering tersusun sebagai hasil pend
alaman intuitif
seorang ilmuwan yang terutama terjadi dalam lingku
p keilmuan
disiplin terkait. Model konseptual amat penting se
bagai landasan
perkembangan disiplin ilmu tertentu
Model konseptual keperawatan memiliki area fenome
na
ilmu keperawatan yang melibatkan empat konsep, yait
u manusia,
lingkungan, kesehatan dan keperawatan.
1.
Manusia, sebagai pribadi yang utuh dan unik. Konsep
tualisasi
keperawatan memandang manusia sebagai makluk
manusia dimana teori ini terdiri dari empat postul
at yang
membahas tentang keutuhan seorang individu, fluidi
tas, sense
pola dan organisasi, dan kalimat (Nicoll,1993). Tit
ik sentral dari
suatu teori terdiri dari beberapa postulat.
3.
Definisi, merupakan cara berkomunikasi yang penting
bagi
semua ilmuwan. Definisi konsep-konsep yang membentu
k teori
perlu dijabarkan secara jelas dn mencerminkan opera
sionalisasi
dari teori itu sendiri.
Ada 3 jenis definisi teori, yaitu :
a.
Secara primitive, adalah definisi yang tidak dapat
dioperasionalisasikan, dan hanya dapat diinterpreta
sikan bila
seseorang yang akan menerapkan teori ini pernah
mengalami atau secara intuitif memahami latar belak
angnya
b.
Definisi teoritis, ialah definisi yang tidak dapat
dioperasionalisasikan secara independen, tetapi han
ya dapat
dioperasionalisasikan apabila dikaitkan dengan kons
ep /
terminologi lain.
c.
Definisi Kunci, merupakan definisi yang dapat
dioperasionalisasikan sehingga hipotesis yang seda
ng diteliti
dapat diujikan. Definisi kunci ini hamper sama deng
an
definisi operasional suatu riset dimana melalui p
enggunaan
instrument yang valid dan reliable hipothesa dapat
diuji.
4.
Hiphotesa, merupakan perkiraan atau prediksi yang b
erasal dari
serangkaian postulat yang menyebutkan hubungan ant
ar dua
atau lebih variable. Melalui hubungan ini maka va
riable dapat
diobservasi dan diuji. Pengujian ini penting untuk
menjembatani
teori dan pengetahuan
Dari keempat factor tersebut maka definisi teori ad
alah serangkaian
pernyataan yang berhubungan yang berasal dari data
ilmiah, dimana
dari hasil tersebut hiphotesis dapat disusun, diuji
dan diverivikasi.
Berbagai teori dapat dikelompokkan menurut bentukn
ya
dalam 3 katagori yaitu kumpulan dalil-dalil, aksio
matik dan proses
sebab akibat.
Kumpulan dalil-dalil merupakan sebuah pendekatan in
duktif
yang mencari pola-pola dalam hasil riset. Hasil-ha
sil riset
dipilih dan disortir sesuai derajad dukungan emp
iris kedalam
kelompok-kelompok dalil. Konsekwensinya upaya riset
harus
secara luas dilakukan.
Bentuk aksiomatik adalah suatu system logika yang s
aling
terkait berupa konsep-konsep, definisi-definisi dan
pernytaan
hubungan yang tersusun dalam ururtan hirarkis.
Proses sebab akibat dengan meningkatkan pemahaman
melalui
pernyataan sebab akibat .
G.
Proses
Proses adalah suatu tahap-tahap untuk melaksnakan
tindakan-tindakan dari kerangka kerja konseptual a
tau suatu teori
untuk mencapai suatu tujuan. Dalam melaksanakan ta
hapan-
tahapan tersebut harus dipilih teknis yang sistemat
is dan
dilaksanakan berdasarkan pengkajian yang telah di
laksanakan.
Proses keperawatan terdiri dari teori-teori dan kon
sep-konsep .
Penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan pro
ses
keperawatan, ditetapkan oleh masing-masing institus
i dengan
mengembangkan konse-konsep dan teori-teori yag dipi
lih.
H.
Teori Keperawatan
Barnum (1990), mengemukakan bahwa teori keperawatan
adalah usaha-usaha untuk menguraikan, menjelaskan f
enomena
(proses, peristiwa, kejadian) mengenai keperawatan.
Teori
keperawatan dapat membedakan antara keperawatan
dengan
disiplin dan aktivitas lain didalam memberikan pel
ayanan untuk
mencapai tujuan dengan menguraikan, menjelaskan dan
mengontrol
kriteria hasil yang telah ditetapkan dalam pelaksan
aan asuhan
keperawatan.
I.
Proses dasar pengembangan teori-teori keperawatan
Teori –teori keperawatan seringkali didasari dan di
pengaruhi oleh
suatu proses dan teori-teori lain yang dapat digun
akan secara luas.
Ide-ide dan teori-teori tersebut merupakan dasar p
ada beberapa
konsep-konsep keperawatan dan merupakan bagian dar
i literature
keperawatan. Para perawat harus memahami teori-teo
ri dan istilah
tersebut, sehingga mampu mengembangkan pengetahuan
dibidang
keperawatan. Teori-teori tersebut diantaranya adala
h teori system,
teori stress adaptasi, dan teori perkembangan.
Dengan mengembangkan teori-teori keperawatan akan
mampu
memperbaiki otonomi keperawatan, dengan dasar-dasar
pemikiran
sebagai berikut :
1.
Teori keperawatan terdiri dari batang tubuh pengeta
huan khusus,
yang dapat dijadikan sebagai dasar oleh perawat da
lam
membuat keputusan untuk memberikan pelayanan atau a
suhan
keperawatan
2.
Tindakan keperawatan berdasarkan atas rasional yang
dapat
diterima secara luas, dapat dipercaya dan masyarak
at akan
mengakui
3.
Dengan teori-teori keperawatan, asuhan keperawatan
yang
diebrikan kepada klien hasilnya akan tanpak nyata
4.
Adanya teori keperawatan, pelayanan keperawatan dap
at
dibedakan dengan praktek yang dilakukan oleh perofe
si
kesehatan lain.
J.
Karakteristik dasar teori keperawatan
Teori-teori keperawatan mengidentifikasi dan menjab
arkan konsep –
konsep khusus yang berhubungan dengan keperawatan d
an hal-hal
nyata yang berhubungan dengan konsep-konsep terseb
ut. Teori
keperawatan harus memenuhi karakteristik sebagai be
rikut :
1.
Teori keperawatan harus berdasarkan kenyatataan-k
enyataan
yang ada dalam alam ini, yang dapat digunakan berda
sarkan
alasan-alasan dan hubungan-hubungan yang dikembangk
an
dengan menggunakan rangkaian pada kenyataan.
2.
Teori keperawatan harus selalu konsisten sebagai d
asar asumsi
yang digunakan untuk mengembangkannya.
3.
Teori keperawatan harus sederhana dan bersifat umum
, sehingga
dapat dipergunakan pada berbagai macam situasi pra
ktek
keperawatan dengan jangkauan yang luas.
4.
Teori-teori keperawatan harus dapat dipakai sebagai
dasar
penelitian dan akhirnya dapat digunakan sebagai ped
oman dan
perbaikan praktek keperawatan.
K.
Komponen didalam teori keperawatan
Ada empat konsep yang biasanya terdapat pada teori-
teori
keperawatan, yang mempengaruhi dan menentukan pra
ktek
keperawatan dan biasanya disebut paradigma keperaw
atan.
Empat konsep tersebut antara lain adalah Manusia,
lingkungan,
kesehatan dan keperawatan. Pengertian dari masing-m
asing
konsep ini berbeda menurut teori satu dengan teori
yang lain.
L.
Keyakinan-keyakinan pada teori keperawatan
M.
Tujuan teori keperawatan
Teori keperawatan dalam pengembangannya harus mempu
nyai
tujuan, diantaranya adalah :
1.
Teori keperawatan memberikan rasional-rasional tent
ang
kenyataan-kenyataan yang dihadapi dibidang keperawa
tan
2.
Teori keperawatan membantu para perawat untuk memah
ami
pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan dalam pembe
rian
asuhan keperawatan, memberikan dasar untuk diskusi
dan
penyelesaian masalah-masalah keperawatan
3.
Teori keperawatan memberikan dasar untuk penyelesai
an
masalah, sehingga tindakan keperawatan mempunyai tu
juan
dapat dikoordinir dan dapat dipertimbangkan
4.
Teori keperawatan dapat memberikan dasar asumsi dan
filosofi keperawatan, sehingga pengetahuan dan pema
haman
tentang keperawatan bagi para perawat dapat meningk
at
N.
Penerapan teori keperawaatan ke dalam praktek
keperawatan
Para perawat haus membuat suatu kesepakatan bersam
a mengenai
apa itu keperawatan dan bagaimana teori tersebut da
pat
dilaksanakan, sehingga para perawat mendapatkan pet
unjuk untuk
menentukan tujuan dalam pemberian asuhan keperawa
tan dan pada
akhirnya pemberian asuhan dapat terus ditingkatkan
mutunya.

KEPERAWATAN ANAK

  1. PENGERTIAN ANAK
Menurut UU RI No. IV th 1979 ttg kesejahteraan anak, disebutkan bahwa anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum menikah Sedangkan menurut UU RI No. I th 1974 Bab IX ps 42 disebutkan bahwa anak yang sah adalah yang dilahirkan dalam atau sebagai perkawinan yang sah.
Dari kedua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian anak adalah seseorang yang dilahirkan dalam atau sebagai perkawinan yang sah yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum menikah.
  1. KEDUDUKAN ANAK DI INDONESIA
Di Indonesia anak dipandang sebagai pewaris keluarga, yaitu penerus keluarga yang kelak akan melanjutkan nilai – nilai dari keluarga serta dianggap sebagai seseorang yang bisa memberikan perawatan dan perlindungan ketika kedua orang tua sudah berada pada tahap lanjut usia ( jaminan hari tua ) . Anak masih dianggap sebagai sumber tenaga murah yang dapat membantu ekonomi keluarga. Keberadaan anak dididik menjadi pribadi yang mandiri
  1. FILOSOFI KEPERAWATAN ANAK
Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada anak harus memahami bahwa semua asuhan Keperawatan anak harus berpusat pada keluarga ( family center care ) dan mencegah terjadinya trauma ( atraumatik care )
Family center care ( perawatan berfokus pada keluarga ) merupakan unsur penting dalam perawatan anak karena anak merupakan bagian dari anggota keluarga, sehingga kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan keluarga., Untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak yang dapat mempengaruhi status kesehatan anak
Sedangkan maksud dari atraumatic care adalah semua tindakan keperawatan yang ditujukan kepada anak tidak menimbulkan trauma pada anak dan keluarga dengan memperhatikan dampak dari setiap tindakan yg diberikan. Prinsip dari atraumatic care adalah menurunkan dan mencegah dampak perpisahan dari keluarga, meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengontrol perawatan pada anak, mencegah dan mengurangi cedera     ( injury ) dan nyeri ( dampak psikologis ), tidak melakukan kekerasan pada anak dan modifikasi lingkungan fisik
  1. PRINSIP KEPERAWATAN ANAK
Dalam keperawatan anak, perawat harus mengetahui bahwa prinsip keperawatan anak adalah :
  1. Anak bukan miniatur orang dewasa
  2. Anak sebagai individu unik & mempunyai kebutuhan sesuai tahap perkembangan
  3. Pelayanan keperawatan anak berorientasi pada pencegahan & peningkatan derajat kesh, bukan mengobati anak sakit
  4. Keperawatan anak merupakan disiplin ilmu kesehatan yang berfokus pada kesejahteraan anak sehingga perawat bertanggung jawab secara komprehensif dalam memberikan askep anak
  5. Praktik keperawatan anak mencakup kontrak dengan anak & keluarga untuk mencegah, mengkaji, mengintervensi & meningkatkan kesejahteran dengan menggunakan proses keperawatan yang sesuai dengan moral ( etik ) & aspek hukum ( legal )
  6. Tujuan keperawatan anak & remaja adalah untuk meningkatkan maturasi / kematangan
  7. Berfokus pada pertumbuhan & perkembangan
  1. PARADIGMA KEPERAWATAN ANAK

  1. Manusia ( Anak )
Anak baik sebagai individu maupun bagian dari keluarga merupakan salah satu sasaran dalam pelayanan keperawatan. Untuk dapat memberikan pelayanan keperawatan yang tepat sesuai dengan masa tumbuh kembangnya, anak di kelompokkan berdasarkan masa tumbuh kembangnya yaitu
  1. Bayi : 0 – 1 th
  2. Toddler : 1 – 2,5 th
  3. Pra Sekolah : 2,5 – 5 th
  4. Sekolah : 5 – 11 th
  5. Remaja : 11 – 18 th
Terdapat perbedaan dalam memberikan pelayanan keperawatan antara orang dewasa dan anak sebagai sasarannya. Perbedaan itu dapat dilihat dari struktur fisik, dimana secara fisik anak memiliki organ yang belum matur sepenuhnya. Sebagai contoh bahwa komposisi tulang pada anak lebih banyak berupa tulang rawan, sedangkan pada orang dewasa sudah berupa tulang keras.
Proses fisiologis juga mengalami perbedaan, kemampuan anak dalam membentuk zat penangkal anti peradarangan belum sempurna sehingga daya tahan tubuhnya masih rentan dan mudah terserang penyakit. Pada aspek kognitif, kemampuan berfikir anak serta tanggapan terhadap pengalaman masa lalu sangat berbeda dari orang dewasa, pengalaman yang tidak menyenangkan selama di rawat akan di rekam sebagai suatu trauma, sehingga pelayanan keperawatan harus meminimalisasi dampak traumatis anak.
  1. Konsep Sehat Sakit
Menurut WHO, sehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna baik fisik, mental, sosial, dan tidak semata-mata hanya bebas dari penyakit atau cacad. Konsep sehat & sakit merupakan suatu spektrum yang lebar & setiap waktu kesehatan seseorang bergeser dalam spektrum sesuai dengan hasil interaksi yang terjadi dengan kekuatan yang mengganggunya
  1. Lingkungan
LIngkungan berpengaruh terhadap terjadinya suatu kondisi sehat maupun sakit serta status kesehatan. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan berupa lingkungan Internal dan lingkungan external . Lingkungan Internal yang mempengaruhi kesehatan seperti tahap perkembangan, latar belakang intelektual, persepsi terhadap fungsi fisik, faktor Emosional, dan spiritual. SEdangkan lingkungan external yang mempengaruhi status kesehatan antara lain keluarga, sosial ekonomi, budaya
  1. Keperawatan
Merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif meliputi biologi, psikologis, social dan spiritual yang ditujukan pada individu, keluarga, masyarakat dan kelompok khusus yang mengutamakan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diberikan dalam kondisi sehat maupun sakit.
Anak sebagai individu maupun salah satu anggota keluarga merupakan sasaran dalam pelayanan keperawatan Sehingga perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan harus memandang anak sebagai individu yang unik yang memiliki kebutuhan tersendiri sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
  1. PERAN PERAWAT DALAM KEPERAWATAN ANAK
    1. Pemberi perawatan
Merupakan peran utama perawat yaitu memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga,kelompok atau masyarakat sesuai dengan masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai yang kompleks. Contoh peran perawat sebagai pemberi perawatan adalah peran ketika perawat memenuhi kebutuhan dasar seperti memberi makan, membantu pasien melakukan ambulasi dini.
  1. Sebagai Advocat keluarga
Sebagai client advocate, perawat bertanggung jawab untuk memebantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan daninfo rmasi yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concent) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya. Peran perawat sebagai advocate keluarga dapt ditunjukkan dengan memberikan penjelasan tentang prosedur operasi yang akan di lakukan sebelum pasien melakukan operasi.
  1. Pendidik
Perawat bertanggung jawab dalam hal pendidikan dan pengajaran ilmu keperawatan kepada klien, tenaga keperawatan maupun tenaga kesehatan lainya. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam keperawatan adalah aspek pendidikan, karena perubahan tingkah laku merupakan salah satu sasaran dari pelayanan keperawatan. Perawat harus bisa berperan sebagai pendidik bagi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Memberi penyuluhan kesehatan tentang penanganan diare merupakan salah satu contoh peran perawat sebagai pendidik ( health educator )
  1. Konseling
Tugas utama perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya. Adanya perubahan pola interaksi ini merupakan dasar dalam perencanaan tindakan keperawatan. Konseling diberikan kepada individu, keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman masa lalu. Pemecahan masalah difokuskan pada; masalah keperawatan, mengubah perilaku hidup sehat (perubahan pola interaksi).
  1. Kolaborasi
Dalam hal ini perawat bersama klien, keluarga, team kesehatan lain berupaya mengidentfikasi pelayanan kesehatan yang diperlukan termasuk tukar pendapat terhadap pelayanan yang diperlukan klien, pemberian dukungan, paduan keahlian dan ketrampilan dari berbagai professional pemberi palayanan kesehatan. Sebagai contoh, perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diet yang tepat pada anak dengan nefrotik syndrome. Perawat berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat untuk memberikan Antibiotik pada anak yang menderita infeksi
  1. Peneliti
Seorang perawat diharapkan dapat menjadi pembaharu (innovator) dalam ilmu keperawatan karena ia memiliki kreativitas, inisiatif, cepat tanggap terhadap rangsangan dari lingkunganya. Kegiatan ini dapat diperoleh diperoleh melalui penelitian. Penelitian, pada hakekatnya adalah melakukan evalusai, mengukur kemampuan, menilai, dan mempertimbangkan sejauh mana efektifitas tindakan yang telah diberikan. Dengan hasil penelitian, perawat dapat mengerakan orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan kebutuhan, perkembangan dan aspirasi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Oleh karena itu perawat dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan memanfaatkan media massa atau media informasi lain dari berbagai sumber. Selain itu perawat perlu melakukan penelitian dalam rangka mengembagkan ilmu keperawatan dan meningkatkan praktek profesi keperawatan.
  1. LINGKUP PRAKTEK KEPERAWATAN ANAK
Menurut, Gartinah, dkk ( 1999), Lingkup praktek keperawatan anak merupakan batasan asuhan keperawatan yang diberikan pada klien anak usia 28 hari sampai usia 18 th atau BBL ( Bayi Baru Lahir ) sampai usia 12 th. Sedangkan Sularso ( 1993 ) memberikan penjelaskan bahwa asuhan keperawatan anak meliputi   tumbang anak yang mencakup ASAH ( stimulasi mental ), ASIH ( Kasih sayang ), ASUH ( pemenuhan kebutuhan fisik )

Standar Praktek Keperawatan


  • Pengertian Standar Praktek Keperawatan
Standar adalah suatu pernyataan diskriptif yang menguraikan penampilankerja yang dapat diukur melalui kualitas struktur, proses dan hasil (Gillies, 1989,h.121).
Standar praktek keperawatan adalah suatu pernyataan yang menguraikan suatu kualitas yang diinginkan terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan untuk klien ( Gillies, 1989, h. 121).
Standar merupakan pernyataan yang mencakup kegiatan-kegiatan asuhan yang mengarah kepada praktek keperawatan profesional (ANA,1992,h.1)
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat, berbentuk  pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif , ditujukan kepada individu,keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup kehidupanmanusia (lokakarya Nasional 1983).
Fokus utama standar praktek keperawatan adalah klien. Digunakan untuk mengetahui proses dan hasil pelayanan keperawatan yang diberikan dalam upaya mencapai pelayanan keperawatan. Melalui standar praktek dapat diketahui apakah intervensi atan tindakan keperawatan itu yang telah diberi     sesuai dengan yang direncanakan dan apakah klien dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Standar praktik keperawatan merupakan acuan untuk praktik keperawatan  yang harus dicapai oleh seorang perawat dan dikembangkan untuk membantu perawat melakukan validasi mutu dan mengembangkan keperawatan.
  • Jenis Standar Praktek Keperawatan
  1. Menurut ANA
  2. Standar  I : Pengkajian
  3. Standar II : Diagnosa keperawatan
  4. Standar III : Identifikasi hasil
  5. Standar IV : Perencanaan
  6. Standar V : Implementasi
  7. Standar VI : Evaluasi
  1. Standar I : Pengkajian
Perawat mengidentifikasi dan pengumpulan data tentang status kesehatan klien.
Kriteria pengukuran :
  • Prioritas pengumpulan data ditentukan oleh kondisi atau kebutuhan-kebutuhan klien saat ini.
  • Data tetap dikumpulkan dengan tehnik-tehnik pengkajian yang sesuai .
  • Pengumpulan data melibatkan klien, orang-orang terdekat klien dan petugas kesehatan..
  • Proses pengumpulan data bersifat sistematis dan berkesinambungan.
  • Data-data yang relevan didokumentasikan dalam bentuk yang mudah didapatkan kembali.

  1. Standar II :Diagnosa
Perawat menganalisa data yang dikaji untuk menentukan diagnosa.
Kriteria pengukuran :
  • Diagnosa ditetapkan dari data hasil pengkajian.
  • Diagnosa disahkan dengan klien, orang-orang terdekat klien, tenaga kesehatan bila memungkinkan.
  • Diagnosa di dokumentasikan dengan cara yang memudahkan perencanaan perawatan.
  1. Standar III: Identifikasi hasil
Perawat mengidentifikasi hasil yang diharapkan secara individual pada klien.
Kriteria pengukuran :
  • Hasil diambil dari diagnosa.
  • Hasil-hasil didokumentasikan sebagai tujuan-tujuan yang dapat diukur.
  • Hasil-hasil dirumuskan satu sama lain sama klien, orang-orang terdekat klien   dan petugas kesehatan.
  • Hasil harus nyata (realistis) sesuai dengan kemampuan/kapasitas klien saat ini dan kemampuan potensial.
  • Hasil yang diharapkan dapat dicapai dsesuai dengan sumber-sumber yang tersedia bagi klien.
  • Hasil yang diharapkan meliputi perkiraan waktu pencapaian.
  • Hasil yang diharapkan memberi arah bagi keanjutan perawatan.
  1. Standar IV : Perencanaan
Perawat menetapkan suatu rencana keperawatan yang menggambarkan intervensi keperawatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Kriteria pengukuran :
  • Rencana bersifat individuali sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan dan kondisi klien.
  • Rencana tersebut dikembangkan bersama klien, orang-orang terdekat klien dan petugas kesehatan.
  • Rencana tersebut menggambarkan praktek keperawatan sekarang
  • Rencana tersebut didokumentasikan.
  • Rencana tersebut harus menunjukkan kelanjutan perawatan
  1. Standar V : Implementasi
Perawat mengimplementasikan intervensi yang diidentifikasi dari rencana keperawatan.
Kriteria pengukuran :
  • Intervensi bersifat konsisten dengan rencana perawatan yang dibuat.
  • Intervensi diimplementasikan dengan cara yang aman dan tepat.
  • Intervensi didokumentasikan
  1. Standar VI : Evaluasi
Perawat mengevaluasi kemajuan klien terhadap hasil yang telah dicapai.
Kriteria pengukuran :
  • Evaluasi bersifat sistematis dan berkesinambungan.
  • Respon klien terhadap intervensi didokumentasikan.
  • Keefektifan intervensi dievaluasi dalam kaitannya dengan hasil.
  • Pengkajian terhadap data yang bersifat kesinambungan digunakan untuk merevisi diagnosa, hasil-hasil dan rencana perawatan untuk selanjutnya,
  • Revisi diagnosa, hasil dan rencana perawatan didokumentasikan.
  • Klien, orang-orang terdekat klien dan petugas kesehatan dilibatkan dalam proses evaluasi
  1. Menurut DEPKES
Standar 1, pengumpulan data tentang status kesehatan klien atau pasien dilakukan secara sistematik dan berkesinambungan. Data dapat diperoleh, dikomunikasikan dan dicatat.
Standar 2, diagnosa keperawatan di rumuskan berdasarkan data status kesehatan.
Standar 3, rencana asuhan keperawatan meliputi tujuan yang dibuat berdasarkan diagnosa keperawatan
Standar 4, rencana asuhan keperawatan meliputi prioritas dan pendekatan tindakan keperawatan yang ditetapkan untuk mencapai tujuan yang di ususn berdasarkan diagnosa keperawatan
Standar 5, tindakan keperawatan memberikan kesempatan klien atau pasien untuk berpartisifasi dalam peningkatan, pemeliharaan, dan pemulihan kesehatan.
Standar 6, tindakan keperawatan membantu klien atau pasien untuk mengoptimalkan kemampuan untuk hidup sehat
Standar 7, ada tidaknya kemajuan dalam pencapaina tujuan ditentukan oleh klien atau pasien dan perawat.
Standar 8, ada tidaknya kemajuan dalam pencapaian tujuan memberi arah untuk melakukan pengkajian ulang, pengetaruran kembali urutan priorits, penetapan tujuan baru dan perbaikan rencana asuhan keperawatan.
  1. Menurut PPNI
Menurut Dewan Pertimbangan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) tahun 1999, standar praktik keperawatan merupakan  komitmen professi  keperawatan dalam melindungi masyarakat terhadap praktik yang dilakukan oleh  anggota profesi.
Di dalamnya terdapat penegasan tentang mutu pekerjaan seorang perawat yang dianggap baik, tepat, dan benar, yang digunakan sebagai pedoman dalam pemberian pelayanan kepeawatan diantarannya sebagai berikut.
Meningkatkan mutu asuhan keperawatan dengan memberikan perhatian padaupaya dan peningkatan kinerja perawat terhadap target pencapaian tujuan.
Meminimalkan tindakan-tindakan yang tidak bermanfaat bagi klien sehinggadapat menekan biaya perawatan.
Menjaga mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien dimasyarakat, komunitas, kelompok dan keluarga.
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi SPK
Proses keperawatan adalah faktor penting dalam survival pasien dan dalam aspek-aspek pemeliharaan, rehabilitatif dan preventif perawatan kesehatan (Doengoes,2000). Proses keperawatan terbagi menjadi 5 langkah yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Dengan tidak di lakukannya proses keperawatan yang benar maka pasien tidak mendapat asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan mencegah masalah kesehatan yang baru bahkan memperlambat proses kesembuhan dari pasien tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi standar praktek keperawatan antara lain
  • Kecakapan intelaktual
  • Ilmu pengetahuan
  • Percaya diri perawat
  • Sarana
  • Komunikas
  • Pengalaman kerja perawat
  • Motivasi pasien untuk sembuh
  • Kedisiplinan
  • Ciri-Ciri Standar Praktek Keperawatan
  1. Otonomi dalam pekerjaan
  2. Bertanggung jawab, dan bertanggung gugat
  3. Pengambilan keputusan yang mandiri
  4. Kolaborasi dengan disiplin lain
  5. Pemberian pembelaan (advocacy), dan
  6. Memfasilitasi kepentingan pasien/klien
  • Kegunaan Standar Praktek Keperawatan
Tujuan utama standar memberikan kejelasan dan pedoman untuk mengidentifikasi ukuran dan penilaian hasil akhir, dengan demikian standar dapat meningkatkan dan memfasilitasi perbaikan dan pencapaian kualitas asuhan keperawatan.
  1. Pendidikan
Membantu dalan merencanakan isi kurikulum dan mengevaluasi penampilan kerja mahasiswa.
  1. Puskesmas
Dapat digunakan untuk mengetahui batas kewenangan dengan profesi lain sehingga dapat saling menghormati dan bekerja sama secara baik dalam menjalankan pekerjaan sesuai profesinya dan meningkatkan pelayanan tentunya.
untuk meningkatkan asuhan atau pelayanan keperawatan dengan cara memfokuskan kegiatan atau proses pada usaha pelayanan untuk memenuhi layanan kesehatan masyarakat.
  1. Rumah Sakit
Dengan penggunaan standar praktek keperawatan ini tentunya akan meningkatkan efisiensi serta juga efektifitas pelayanan keperawatan dan ini akan berefek kepada penurunan lama rawat pasien di rumah sakit.

HIV dan AIDS

Pengertian HIV dan AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.
Beberapa cara penularan virus HIV/AIDS adalah sebagai berikut:
  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV
HIVAIDS-Alodokter
Tidak ada obat untuk HIV, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini akan membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.
Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

HIV/AIDS di Indonesia

Secara global, infeksi HIV/AIDS mengalami penurunan. Semua ini dikarenakan oleh intervensi yang menyebabkan perubahan pola komunikasi, pemakaian kondom, pencegahan transmisi dari Ibu-Anak, kampanye khitan dan pencegahan lainnya. Infeksi HIV baru sudah menurun dalam satu dekade terakhir. Tahun 2013, infeksi HIV dunia mencapai 2,3 juta. Mengalami penurunan sebanyak 33% sejak tahun 2001.
Sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 sampai dengan Desember 2013, HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS.
Setiap 25 menit di Indonesia, satu orang akan terinfeksi  HIV. Satu dari lima orang yang terinfeksi berusia di bawah 25 tahun. Proyeksi Kementerian Kesehatan Indonesia memperlihatkan, tanpa adanya percepatan program pencegahan HIV, lebih dari 500.000 orang Indonesia akan positif terinfeksi HIV pada tahun 2014. Papua, Jakarta dan Bali yang berada paling depan dalam tingkat penyebaran kasus HIV baru per 100.000 orang. Jakarta memiliki angkat terbesar untuk kasus baru pada tahun 2011 yaitu sebesar 4.012 kasus.

Penyebaran HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.
Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.
Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:
  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalu seks oral.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Tes Infeksi HIV

Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.
Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Tes ini bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes, konseling diberikan terlebih dahulu. Konseling bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dan juga pola hidup keseharian. Setelah tahap ini, dibahaslah cara menghadapi hasil tes HIV.
Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman atau bakteri tertentu.
Ada beberapa tempat untuk melakukan tes HIV. Anda bisa menanyakan pada rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Di Indonesia, terdapat beberapa yayasan dan organisasi yang fokus untuk urusan HIV/AIDS, di antaranya:
  • Komunitas AIDS Indonesia
  • ODHA Indonesia
  • Himpunan Abiasa
  • Yayasan Spiritia
  • Yayasan Orbit
Sedangkan lembaga pemerintah yang dibentuk khusus untuk menangani HIV/AIDS adalah Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).
Jika hasilnya positif, Anda akan dirujuk menuju klinik atau rumah sakit spesialis HIV. Beberapa tes darah lainnya mungkin akan diperlukan. Tes ini untuk memperlihatkan dampak dari HIV kepada sistem kekebalan Anda. Anda juga bisa membicarakan tentang pilihan penanganan yang bisa dilakukan.

Langkah Pengobatan Bagi Penderita HIV

Meski belum ada obat untuk sepenuhnya melenyapkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang hidup bagi penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.
Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi tiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.
Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.

Cara Pencegahan HIV

Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, berisiko untuk terinfeksi HIV.

sistem peredaran darah manusia

Sistem peredaran darah berfungsi untuk mengedarkan zat makanan ke seluruh tubuh. Zat makanan berguna untuk pertumbuhan, mengganti sel-sel yang rusak, dan untuk beraktivitas. Pada manusia, sistem transportasi atau peredaran darah terdiri atas tiga bagian utama, yaitu jantung, pembuluh darah, dan darah.
Jantung terletak di rongga dada, diselaputi oleh suatu membran pelindung yang disebut perikardium. Dinding jantung terdiri atas jaringan ikat padat yang membentuk suatu kerangka fibrosa dan otot jantung. Serabut otot jantung bercabang-cabang dan beranastomosis secara erat.
a. Struktur dan cara kerja jantung
Jantung manusia dan mamalia lainnya mempunyai empat ruangan, yaitu atrium kiri dan kanan, serta ventrikel kiri dan kanan. Dinding ventrikel lebih tebal daripada dinding atrium, karena ventrikel harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke organ-organ tubuh yang lainnya. Selain itu, dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena ventrikel kiri bekerja lebih kuat memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan, ventrikel kanan hanya memompa darah ke paru-paru. Atrium kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atriorum. Sedangkan, sekat yang memisahkan ventrikel kiri dan kanan dinamakan septum interventrakularis.
 
Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Darah kotor dari tubuh masuk ke atrium kanan, kemudian melalui katup yang disebut katup trikuspid mengalir ke ventrikel kanan. Nama trikuspid berhubungan dengan adanya tiga daun jaringan yang terdapat pada lubang antara atrium kanan dan ventrikel kanan. Kontraksi ventrikel akan menutup katup trikuspid, tetapi membuka katup pulmoner yang terletak pada lubang masuk arteri pulmoner.
Darah masuk ke dalam arteri pulmoner yang langsung bercabang-cabang menjadi cabang kanan dan kiri yang masing-masing menuju paru-paru kanan dan kiri. Arteri-arteri ini bercabang pula sampai membentuk arteriol.
Arteriol-arteriol memberi darah ke pembuluh kapiler dalam paru-paru. Di sinilah darah melepaskan karbondioksida dan mengambil oksigen. Selanjutnya, darah diangkut oleh pembuluh darah yang disebut venul, yang berfungsi sebagai saluran anak dari vena pulmoner. Empat vena pulmoner (dua dari setiap paru-paru) membawa darah kaya oksigen ke atrium kiri jantung. Hal ini merupakan bagian sistem sirkulasi yang dikenal sebagai sistem pulmoner atau peredaran darah kecil.
Dari atrium kiri, darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katup bikuspid. Kontraksi ventrikel akan menutup katup bikuspid dan membuka katup aortik pada lubang masuk ke aorta. Cabang-cabang yang pertama dari aorta terdapat tepat di dekat katup aortik. Dua lubang menuju ke arteri-arteri koroner kanan dan kiri.
Arteri koroner ialah pembuluh darah yang memberi makan sel-sel jantung. Arteri ini menuju arteriol yang memberikan darah ke pembuluh kapiler yang menembus seluruh bagian jantung. Kemudian, darah diangkut oleh venul menuju ke vena koroner yang bermuara ke atrium kanan. Sistem sirkulasi bagian ini disebut sistem koroner. Selain itu, aorta dari ventrikel kiri juga bercabang menjadi arteri yang mengedarkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh (kecuali paru-paru), kemudian darah miskin oksigen diangkut dari jaringan tubuh oleh pembuluh vena ke jantung (atrium kanan). Peredaran darah ini disebut peredaran darah besar.
b. Denyut jantung dan tekanan darah
Otot jantung mempunyai kemampuan untuk berdenyut sendiri secara terus menerus. Suatu sistem integrasi di dalam jantung memulai denyutan dan merangsang ruang-ruang di dalam jantung secara berurutan. Pada mamalia, setiap kontraksi dimulai dari simpul sinoatrium. Simpul sinoatrium atau pemacu terdiri atas serabut purkinje yang terletak antara atrium dan sinus venosus. Impuls menyebar ke seluruh bagian atrium dan ke simpul atrioventrikel. Selanjutnya, impuls akan diteruskan ke otot ventrikel melalui serabut purkinje. Hal ini berlangsung cepat sehingga kontraksi ventrikel mulai pada apeks jantung dan menyebar dengan cepat ke arah pangkal arteri besar yang meninggalkan jantung.
Kecepatan denyut jantung dalam keadaan sehat berbeda-beda, dipengaruhi oleh pekerjaan, makanan, umur dan emosi. Irama dan denyut jantung sesuai dengan siklus jantung. Jika jumlah denyut ada 70 maka berarti siklus jantung 70 kali semenit. Kecepatan normal denyut nadi pada waktu bayi sekitar 140 kali permenit, denyut jantung ini makin menurun dengan bertambahnya umur, pada orang dewasa jumlah denyut jantung sekitar 60 – 80 per menit.
Pada orang yang beristirahat jantungnya berdetak sekitar 70 kali per menit dan memompa darah 70 ml setiap denyut (volume denyutan adalah 70 ml). Jadi, jumlah darah yang dipompa setiap menit adalah 70 × 70 ml atau sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak, seperti olahraga, kecepatan jantung dapat menjadi 150 setiap menit dan volume denyut lebih dari 150 ml. Hal ini, membuat daya pompa jantung 20 – 25 liter per menit.
Darah mengalir, karena kekuatan yang disebabkan oleh kontraksi ventrikel kiri. Sentakan darah yang terjadi pada setiap kontraksi dipindahkan melalui dinding otot yang elastis dari seluruh sistem arteri. Peristiwa ketika jantung mengendur atau sewaktu darah memasuki jantung disebut diastol. Sedangkan, ketika jantung berkontraksi atau pada saat darah meninggalkan jantung disebut sistol. Tekanan darah manusia yang sehat dan normal sekitar 120 atau 80 mm Hg. 120 merupakan tekanan sistol, dan 80 adalah tekanan diastole.
Pembuluh darah merupakan jalan bagi darah yang mengalir dari jantung menuju ke jaringan tubuh, atau sebaliknya. Pembuluh darah dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu pembuluh nadi, pembuluh vena, dan pembuluh kapiler.
a. Pembuluh nadi
Pembuluh nadi atau pembuluh arteri ialah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju kapiler. Arteri vertebrata dilapisi endotel dan mempunyai dinding yang relatif tebal yang mengandung jaringan ikat elastis dan otot polos. Arteri cenderung terletak agak lebih dalam di jaringan badan.

Gejala penyakit kanker

Gejala penyakit kanker yang umum biasanya adanya penurunan berat badan yang tidak beralasan. Penurunan berat badan yang signifikan selama beberapa bulan tanpa sebab yang jelas dapat menjadi salah satu tanda utama Anda mungkin menderita penyakit kanker. Penurunan berat badan ini paling sering terjadi pada kanker pankreas, perut, kerongkongan, atau juga kanker paru-paru. Gejala penyakit kanker yang umum lainnya adanya perubahan warna kulit. Adanya perubahan warna kulit atau warna tahi lalat yang sudah ada atau munculnya lesi baru. Kanker kulit dapat berkembang di beberapa bagian tubuh, terutama pada orang yang sering mengunyah tembakau, merokok, minum alkohol, atau luka pada kulit yang tak kunjung sembuh.
Gejala penyakit kanker yang umum lainnya bisanya penderita mengalami Demam. Demam mungkin berhubungan dengan beberapa jenis penyakit kanker. Hampir semua pasien kanker akan mengalami demam, terutama jika pengobatan kanker memengaruhi sistem kekebalan tubuh.  Gejala penyakit kanker lainnya bisanya merasa Nyeri. Rasa nyeri biasanya terjadi terlambat. Kanker stadium dini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Nyeri paling sering terjadi karena kanker yang telah menyebar. Kondisi ini biasanya dirasakan pada kanker tulang atau testis. Selain itu bisanya penderita mengalami gangguan pencernaan. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan kanker perut atau kerongkongan.
Selain hal di atas gejala penyakit kanker lainnya bisanya penderita mengalami Perdarahan hebat. Pendarahan hebat terjadi pada kanker tahap dini atau lanjut. Darah dalam dahak (lendir) mungkin merupakan tanda dari kanker paru-paru. Darah pada tinja bisa menjadi tanda kanker kolon atau kanker rektum. Kanker leher rahim atau endometrium (lapisan rahim) dapat menyebabkan perdarahan vagina abnormal. Darah dalam urine mungkin gejala penyakit kanker kandung kemih atau kanker ginjal. Darah dari puting mungkin tanda kanker payudara.
Gejala penyakit kanker lainnya biasanya penderita mengalami Bintik putih pada lidah. Kondisi ini juga dikenal sebagai lenkoplakia yang dapat berkembang menjadi kanker rongga mulut. Leukoplakia merupakan prakanker yang disebabkan iritasi. Jika tidak diobati, leukoplakia bisa menjadi kanker mulut. Gejala lainnya Benjolan di payudara atau bagian tubuh lain. Benjolan ini dapat disebabkan oleh alasan lain, selain kanker. Dokter adalah orang terbaik untuk mengidentifikasinya. (source : gayahidup.inilah.com)
Nah, itulah beberapa gejala umum penyakit kanker yang biasa dialami penderita, mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca, bagi anda penderita penyakit kanker dan sedang mencari solusi pengobatan yang aman dengan cara tradisional silahkan baca artikel kami lainnya mengenai Cara alami sembuhkan kanker payudara, Solusi mengobati kanker paru-paru, Obat alami kanker serviks, Tips sembuhkan kanker limfoma

penyakit anemia

Pengertian Anemia.
Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada dibawah nilai normal (kurang darah). Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika seseorang kekurangan sel darah merah, atau hemoglobin yang normal, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya tumbullah gejala anemia. Gejala anemia seperti lemah dan lesu terjadi karena organ-organ tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik, yaitu oksigen. Dalam masyarakat kita anemia dikenal dengan istilah kurang darah. Kurang darah (anemia) ini berbeda dengan darah rendah. Darah rendah merupakan rendahnya tekanan darah (baca : Tekanan Darah Rendah), sedangkan anemia adalah kurangnya sel darah merah atau hemoglobin seperti telah disebutkan di atas. Hal ini sengaja saya perjelas disini karena saya masih sering menemukan pasien yang salah dalam meng arti kan Anemia (kurang darah). gejala anemia ilustrasi anemia Penyebab Anemia Ada ber macam macam Penyebab Anemia sesuai dengan jenis anemianya dan terdapat lebih dari 400 jenis anemia, yang secara garis besar dibagi menjadi tiga kelompok: Anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah Anemia yang disebabkan oleh penurunan produksi sel darah merah Anemia yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah … mari kita bahas satu persatu :D Penyebab Anemia Karena Kehilangan Darah Sel darah merah dapat hilang ketika seseorang mengeluarkan darah atau berdarah oleh sebab apapun seperti kecelakaan, terluka, dsb. Namun perdarahan dapat terjadi perlahan-lahan selama jangka waktu yang panjang, dan adakalanya tidak terdeteksi. Ini disebut sebagai pendarahan kronis yang biasanya disebabkan oleh : Penyakit pencernaan seperti maag, wasir, gastritis (radang lambung), dan kanker (Baca: BAB Berdarah) Penggunaan obat anti-inflamasi (OAINS) seperti aspirin atau ibuprofen, yang dapat menyebabkan gastritis dan perdarahan saluran cerna. Menstruasi dan melahirkan pada wanita, terutama jika perdarahan menstruasi yang berlebihan Penyebab Anemia karena Kurangnya Produksi Sel Darah Merah Anemia bisa terjadi karena kurangnya kuantitas dan kualitas sel darah merah, yakni kurangnya produksi sel darah merah atau terganggunya pembentukan hemoglobin. Selain itu dapat pula terbentuk sel darah merah dan hemoglobin yang tidak bagus sehingga fungsinya tidak optimal. Penyebab anemia jenis ini biasanya terkait dengan kekurangan mineral dan vitamin yang dibutuhkan dalam memproduksi sel darah merah dan hemoglobin. Kondisi yang terkait dengan penyebab anemia ini antara lain : Anemia sel sabit Anemia defisiensi besi Kekurangan vitamin B12, Asam Folat Masalah Sumsum tulang dan stem cell Kondisi kesehatan lain Penyebab Anemia Karena Rusaknya Sel Darah Merah Ketika sel-sel darah merah rapuh dan tidak dapat menahan stres rutin dari sistem peredaran darah, maka dapat pecah secara prematur, sehingga menyebabkan anemia hemolitik. Anemia hemolitik dapat hadir pada saat lahir atau berkembang kemudian. Kadang-kadang tidak diketahui penyebabnya. Penyebab anemia hemolitik yang telah diketahui antara lain: Kondisi yang diwariskan (diturunkan), seperti anemia sel sabit dan talasemia Stres seperti infeksi, obat-obatan, racun ular atau laba-laba, atau makanan tertentu Racun dari penyakit hati lanjut (liver kronis) atau penyakit ginjal Serangan yang tidak tepat oleh sistem kekebalan tubuh (disebut penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, ketika itu terjadi pada janin yang dikandung wanita hamil) Cangkok vaskular, katup jantung prostetik, tumor, luka bakar parah, paparan bahan kimia, hipertensi berat, dan gangguan pembekuan darah. Dalam kasus yang jarang terjadi, pembesaran limpa dapat menjebak sel darah merah dan menghancurkan mereka sebelum waktunya beredar habis. Baca juga: 13 Penyebab Anemia (lengkap) Faktor Risiko Anemia Berbeda dengan penyebab anemia, fakor risiko berikut ini meningkatkan peluang seseorang untuk terkena anemia. Kekurangan Vitamin. Kekurangan zat besi, vitamin B-12 dan asam folat meningkatkan resiko anemia. Gangguan usus. Gangguan usus akan mengganggu penyerapan nutrisi – seperti penyakit Crohn dan penyakit celiac – akibatnya dapat meningkatkan risiko anemia. Menstruasi. Wanita yang masih memiliki menstruasi risiko anemia nya lebih besar daripada laki-laki dan wanita pascamenopause. Karena menstruasi menyebabkan hilangnya sel darah merah Kehamilan. Ibu hamil memiliki risiko anemia kekurangan zat besi karena zat besi harus melayani peningkatan volume darah serta pembentukan hemoglobin janin. Lebih lanjut baca: Anemia Pada Ibu Hamil Penyakit kronis. Penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal atau hati, dll. Biasanya anemia defisiensi besi. Riwayat keluarga memiliki penyakit anemia seperti anemia sel sabit. Faktor-faktor lain. Riwayat infeksi tertentu, penyakit darah dan gangguan autoimun (baca: Penyakit Lupus), alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, dan penggunaan beberapa obat dapat mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia. Ciri-ciri atau Gejala Anemia ( Kurang Darah ) Seseorang yang mengalami anemia bisanya memiliki ciri-ciri sering terlihat sangat pucat dan mungkin juga mengalami gejala anemia yang lain, seperti : Kelelahan Lemah dan cepat capek Mudah mengantuk Sakit Kepala Tangan dan kaki dingin Pingsan Pusing, terutama ketika orang tersebut berdiri Sesak napas, terutama pada saat beraktivitas Detak jantung cepat atau jantung berdebar, terutama pada saat beraktivitas. Nyeri dada Penurunan konsentrasi dan daya ingat Namun, gejala anemia terkadang tidak jelas, terutama pada orang muda atau secara fisik terlihat sehat, padahal tingkat hemoglobin bisa jatuh secara signifikan tanpa menunjukkan gejala anemia sama sekali. Dalam kasus lain, gejala anemia dapat berkembang perlahan-lahan selama beberapa bulan atau tahun. Kapan Harus Ke Dokter ? Jika Kamu mengalami beberapa gejala anemia seperti diatas sebaiknya periksakan diri ke dokter, agar diperiksa lebih lanjut apakah benar kamu mengalami anemia atau penyakit lain yang memiliki gejala yang mirip. Atau ketika Kamu merasa sehat tanpa gejala anemia, namun saat akan donor darah, biasanya kan diperiksa dulu kadar hemoglobin nya, eh ternyata Hb rendah maka kamu tidak boleh donor dan dianjurkan berobat ke dokter. Untuk men diagnosis anemia, dokter akan merekomendasikan: Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan Jantung (frekuensi detak jantung, irama jantung), paru-paru (pernafasan), hati dan limpa. Pemeriksaan darah lengkap (CBC). Pemeriksaan darah lengkap (CBC = complete blood count) digunakan untuk menghitung jumlah sel-sel darah merah, kekentalan darah (hemtokrit), Hemoglobin (Hb). Nilai Normal (acuan) Dewasa Nilai normal hematokrit pria = 38,8 – 50 persen. Wanita = 34,9 – 44,5 persen. Nilai normal hemoglobin (Hb) Pria = 13,5-17,5 gram per desiliter. Wanita = 12-15,5 gram per desiliter. Pemeriksaan ukuran dan bentuk sel-sel darah merah. Beberapa sel darah merah juga dapat diperiksa ukurannya, bentuk dan warna. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan diagnosis. Sebagai contoh, pada anemia defisiensi besi, sel darah merah lebih kecil dan lebih pucat warnanya dibanding normal (anemia hipokrom mikrositer). Dalam kasus anemia defisiensi vitamin, sel darah merah berukuran besar dan jumlahnya sedikit (anemia megaloblastik).